Tuesday, January 29, 2013

Cara Menghadapi Lawan keroyokan


Menghadapi /bertarung dengan lawan yang jumlahnya lebih dari satu adalah tidak semudah menghadapi lawan yang Cuma satu orang. Apalagi orang –orang itu tidak kita kenal sama sekali, artinya kita tidak bisa mengukur sejauh mana kemampuan dan kekuatan mereka.  Yang jadi pengecualian disini adalah menghadapi lawan yang lebih dari satu, tetapi kemampuannya bisa kita ketahui/ukur karena memang kita kenal sekali dengan orang-orang itu.  Menghadapi lawan yang jumlahnya lebih dari satu atau dua orang sangat memerlukan persiapan khusus, jadi dalam pokok bahasan kali ini, blog ini hanya memberikan tips, siasat dan strategi bagi orang –orang yang rajin latihan beladiri/Karate atau yang mempunyai hobi dan kebiasaan berlatih Karate, sedangkan diluar itu (orang yang sangat kurang rajin latihan) tidak dianjurkan karena sangat beresiko.  Menghadapi lebih dari satu orang berarti kita berhadapan dengan dua  intelegen dan dua kekuatan sekaligus, artinya dengan gabungan dua orang atau lebih, kesempatan untuk mengalahkan kita semakin lebih besar karena mereka terdiri dari gabungan beberapa otak, gabungan otak tersebut dapat melakukan siasat dan serangan cerdik dengan sangat cepat dan efisien jauh diatas kita. Belum lagi kekuatan gabungan dari tenaga mereka yang pastinya lebih besar dari kita merupakan mesin pembunuh yang sangat efisien.  Lebih jauh lagi kebanyakan yang ditemui secara real di banyak tempat kejadian, pelaku pengeroyokan tidak hanya menggunakan bogem mentah tapi berbagai senjata seperti pisau, pentungan, samurai, celurit, cambuk dan lain sebagainya.  Jadi pertanyaannya, dapatkah kita mengalahkan lawan yang jumlahnya banyak atau lebih dari satu?  Jika dapat bagaimana caranya? Mungkin ini pertanyaan  paling sulit dijawab diantara para praktisi beladiri dimanapun, tapi bukan berarti ini tidak bisa  dijawab, tetapi untuk menjawabnya mungkin bisa sangat rumit karena lain dari biasa.  Tetapi dalam  blog  ini  mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. . Banyak tips dan strategi menghadapi lawan Keroyokan, tapi di blog ini hanya membahas yang umum dan paling simple saja. Tips Umum  yang harus dilakukan dalam menghadapi lawan Keroyokan adalah :
1.       Kita harus cepat berpikir dan cepat melakukan tindakan untuk mengantisipasi gerakan lawan.
2.      Selalu berpikir untuk menyerang target bagian-bagian tubuh yang sangat sensitive (titik lemah manusia)  yang  ada dalam pengetahuan kyusho Jutsu  seperti  kemaluan, ketiak, daerah leher, daerah dada, tangan, kepala dan sebagainya.
3.      Selalu mengontrol napas anda agar anda dapat mengatur pengeluaran energy atau tenaga anda dengan efisien.
4.       Bergerak secara alami dan mengalir, selalu menjaga keseimbangan badan agar tidak terjatuh
5.      Kekuatan penghancur musuh (ikken hissatsu) dapat diciptakan dengan melakukan gerakan serangan yang cepat, terfokus dan bertenaga (Kime).  Ini terbentuk dari kerajinan latihan  kita sehari-hari.  Mempunyai senjata andalan pamungkas seperti tendangan mawashi geri ke kepala atau pukulan (zuki) yang kuat yang bisa meng knock out lawan adalah merupakan sesuatu yang menguntungkan bagi kita.
6.       Jika anda bertarung dengan tangan kosong, hati-hati jangan sampai tangan dan kaki anda terluka.
7.       Melakukan gerakan-gerakan yang efektif seperti mengelak ,membanting dsb.
8.       Dengan perilaku aggressive kita, jika kita garang musuh jua akan ciut nyalinya.
9.     Menggunakan senjata sebagai alat penyerang dan bertahan (perisai). Senjata dapat diambil dari musuh yang kita rebut senjatanya, atau dari alat yang kita temui disekitar kita. Misalkan kita menggunakan meja sebagai perisai dari serangan senjata musuh seperti  golok .
10.  Selalu berfikir bahwa alam adalah sahabat anda,atau dengan kata lain gunakan alam disekitar anda untuk dijadikan senjata atau mengelabui musuh. Misalkan di tempat itu ada pasir atau tanah, anda dapat melempar pasir ke mata lawan, ketika lawan tidak bisa melihat dan kesakitan kesempatan anda untuk menyerang kemaluannya  lalu anda dapat lari atau menghajar musuh yang lain.
11.   Menggunakan kombinasi dengan teknik bantingan atau lontaran.
12.   Menggunakan teknik kuncian, choke untuk mengancam lawan yang lain.
13.  Selalu berpikir kemungkinan lain  yang terburuk dapat terjadi karena ini bukan pertandingan Kumite, karena itu kita harus selalu exstra waspada dan hati-hati.
14.  Pastikan mental anda siap untuk bertarung,  pastikan anda siap menerima resiko apapun termasuk terluka bahkan kematian. Jika memang harus mati pastikan tidak anda saja yang mati, musuh juga harus ikut mati bersama anda.
15. Selalu menjaga jarak anda dengan lawan yang mengepung anda, tental hal ini akan dibahas lebih lanjut.
16.   Jangan berhadapan lebih dari satu kali musuh atau lawan yang sama, sebab energy tenaga anda akan terkuras atau pengeluaran tenaga anda jadi tidak efisien, alasan lain lawan yang lain dapat menikam anda tanpa anda sadari karena melihat kelemahan anda.  Dianjurkan bahwa jika  sekali berhadapan dengan satu musuh, satu gerakan sudah cukup membuat lawan tidak bisa bangun lagi, sehingga kita dapat melanjutkan pertarungan kepada lawan yang lainnya.
17. Tetap terus bergerak,  hindari penggunaan grappling (teknik pergumulan di tanah) seperti para groundfighter  di tv. Karena teknik  Brazilian Jiu  jit su/ gulat  tidak dapat  dipakai dalam kondisi ini. Jika anda memaksakan, maka anda sendiri yang akan terluka nantinya.
18. Memprioritaskan menyerang atau mengancam lawan yang kita anggap penting  dulu seperti: Menyerang pemimpinnya dulu, sebab kakau kita sudah kuasai pemimpinnya kita dapat mengendalikan anggotanya. Kemudian Menyerang orang yang membahayakan kita dulu misalnya orang tersebut menodong kita dengan pisau, maka yang harus dibereskan adalah orang ini dulu baru yang lainnya.
19. Strategi taktik menyerah adalah sangat tepat, ini digunakan untuk mengelabui lawan, begitu lawan lengah kita langsung menyerangnya, tentunya kita menyerang kepada lawan yang lebih dekat dulu dengan kita.
20.   Melancarkan serangan-serangan , atau gerakan  gerakan tipuan
21. Tetap melakukan  pandangan anda ke sekeliling musuh-musuh anda, jangan terpaku hanya memandang kepada satu musuh saja.
22.   Gunakan seluruh anggota tubuh anda menjadi senjata, misalnya tubuh bagian samping sangat cocok untuk melakukan serangan mendorong lawan agar jatuh.
23.  Berdoa dan pasrah kepada Tuhan, mohon diberi keselamatan.

     Perhatian :  Melawan musuh yang banyak (Multiple opponent attacks) sangat sulit untuk dapat membuat kita  sekedar untuk   bertahan. Tidak peduli seberapa benar teknik atau hal yang sudah anda lakukan, tetapi setidaknya dengan melakukan strategi dan teknik yang benar dengan  melukai/melumpuhkan  berberapa lawan yang menyerang, hal tersebut sudah mampu menyerang mental dari lawan-lawan anda lainnya, sehingga mereka berpikir dua kali untuk melanjutkan pertarungan dengan  anda.Walaupun sangat sulit bukan sesuatu hal yang mustahil untuk bisa mengalahkan banyak lawan, kunci suksesnya adalah memiliki pengetahuan, semangat dan keberuntungan. 

Jika anda tidak mempunyai pengetahuan tentang strategi, teknik dan taktik,  semangat juga  keberuntungan  dalam menghadapi lawan keroyokan, maka nasibnya akan sama seperti contoh gambar diatas

 
Berikut ini cara (dijelaskan melalui gambar) agar kita berada dalam posisi yang sangat baik apabila kita  dikepung oleh lawan-lawan kita.
Posisi  Surrounded

  Apabila anda berada di tengah-tengah kepungan musuh anda (yang ditunjukan pada gambar disamping), anda lebih baik anda keluar dari daerah kepungan musuh tersebut. Hal tersebut bertujuan agar anda dapat lebih mudah  untuk melihat lawan-lawan anda, sehingga anda dapat lebih mudah mengantisipasi gerakan atau serangan yang tijujukan kepada anda. Keuntungan lain anda bisa lari atau kabur  dari keroyokan tersebut tentunya jika anda mau.


Jika anda dikepung dalam posisi sejajar seperti gambar disamping ini  ada baiknya anda keluar dari posisi tersebut, sehingga anda berada tepat didepan musuh, seperti layaknya anda memimpin sebuah barisan. Karena dengan anda berada di depan mereka anda dapat melihat seluruh musuh-musuh anda, dan anda semakin mudah untuk melakukan eksekusi teknik.






Jika anda dikepung oleh empat orang dalam posisi sebagai mana terlihat pada gambar disamping ini, maka anda ada baiknya menyerang orang yang lebih dekat dulu dengan anda dalam hal ini sambil menarik agar lawan yang lebih dekat dengan anda masuk ke wilayah teritori kepungan temannya, sehingga anda berada pada posisi diluar kepungan tersebut. Jadi anda dapat melihat semua musuh-musuh anda dan anda dapat melakukan antisipasi serangan kepada mereka.





Posisi"The Wall"

Jika anda dikepung pada posisi sejajar seperti gambar disamping ini, maka anda memiliki resiko akan dihajar beramai-ramai dari depan samping kiri dan kanan. Maka untuk lebih safetynya anda sebaiknya bergerak ke samping (mirip seperti posisi no.2) layaknya seperti orang yang memimpin baris berbaris.Jadi anda dapat melihat semua musuh-musuh anda dari depan dan anda dapat melakukan antisipasi serangan kepada mereka.



Posisi "The Loose Half Circle"

 

Jika anda dikepung pada posisi ini (seperti terlihat pada gambar disamping) sebaiknya anda bergerak ke samping agar bisa melihat seluruh lawan anda dan anda dapat melakukan antisipasi gerakan terhadap mereka. 

Melatih Tendangan Karate

Melatih Tendangan

Dalam pengamatan penulis, melatih tendangan agar menjadi bagus agak lebih sulit dibandingkan dengan melatih pukulan dan tangkisan, beberapa hal yang membedakan adalah kaki memiliki ukuran yang lebih besar dibandingan tangan, sehingga untuk menggerakan memerlukan effort yang lebih besar, apalagi untuk anda yang mempunyai ukuran tubuh besar (gemuk). Faktor kedua adalah untuk melatih tendangan memerlukan latihan pelenturan kaki, khususnya untuk tendangan yang tinggi. Kelenturan ini akan mudah dilatih ketika mulai berlatih dari usia dini, tetapi untuk usia yang dewasa maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melatih kelenturan. Faktor ketiga adalah untuk melakukan tendangan memerlukan latihan keseimbangan, karena ketika menendang maka otomatis kaki yang menumpu hanya tinggal satu. Tingkat kesulitan keseimbangan akan semakin bertambah ketika akan melakukan tendangan belakang atau memutar, dan khusus untuk tendangan yang melompat maka diperlukan faktor lain yaitu keringanan tubuh.

Ketika belajar tendangan hal pertama yang perlu diperhatikan adalah teknik menendang, konsep menendang bukan seperti ayunan tetapi terdapat hentakan atau dorongan. Letak dorongan tergantung dari jenis tendangannya, misalnya tendangan lurus (maegeri)maka dorongannya dimulai dari mengangkat paha dan dorongan dengan menggunakan lutut, kemudian kaki di luruskan dengan cepat dan keras, dan posisi telapak kaki agak keatas. Lalu tendangan memutar (mawashi ushiro gerie) adalah tendangan memutar yang efeknya sangat besar pada objek yang menjadi sasaran gerakan ini, badan di putar 60 derajat kebelakang, kepala menoleh ke arah lawan/objek kemudian kaki di putar dan di kenai pada sasaran. Langkah kedua setelah mengetaui tekniknya, maka perlu dilatih dengan perlahan-lahan, karena apabila dipaksakan dengan gerakan keras maka akan terjadi cidera pada otot ataupun pada sendi. Langkah ketiga adalah sering melakukan senam kaki, baik yang berupa penguatan maupun pelenturan. Latihan kekuatan menurut penulis sangat penting, karena apabila anda hanya berlatih menendang tanpa latihan penguatan maka ibarat seperti karet yang selalu ditarik maka lama-lama akan mekar dan cepat putus.

Jenis latihan kekuatan selain yang terdapat dalam senam kaki maka perbanyaklah lari, minimal adalah dengan lari ditempat dengan mengangkat paha, loncat-loncat atau berjalan dengan jarak yang jauh. Di dalam beladiri lain semisal Thifan Po Khan seorang pemula harus terbiasa berjalan sekitar 60 mil, 1 mil sekitar 800 meter, berarti 48 km dan pada tingkat berikutnya akan semakin jauh. Selain lari boleh juga menggunakan pemberat kaki, tetapi khusus untuk pemberat ini harus diperhatikan faktor kesehatan dan nutrisi karena bisa berdapak lumpuh layu. Teknik lainnya adalah dengan memperkuat perut dengan senam-senam perut, karena tendangan tidak akan baik apabila perut tidak kuat. Dalam beladiri Thai Boxing atau kick Boxing kecepatan tendangan dapat juga dilatih di dalam air. Dan sebagai sarana melihat hasil dari latihan tendangan maka dapat membuat bola-bola yang digantung sebagai target tendangan atau dapat juga menggunakan sandsack seperti yang digunakan dalam latihan pukulan.Dalam hal untuk latihan kelenturan maka selain memperbanyak senam kelenturan seperti split samping, split depan maka dapat juga menggunakan alat bantu berupa karet atau tali yang dipasang di ujung kaki dan ditarik perlahan-lahan. Atau meminta bantuan teman untuk mengangkat kaki tinggi-tinggi bak kedepan, kebelakang maupun kedepan. Pengalaman khusus penulis agar bisa split adalah dengan menggunakan kaos kaki dan berlatih di lantai yang licin, sehingga dengan cukup mudah kaki . Tetapi khusus untuk teknik ini musti hati-hatitertarik untuk split karena belum teruji untuk semua orang (hb

Melatih Tangkisan Karate

Pada jurus (KATA) tahap awal, selain mempelajari pukulan juga mempelajari tangkisan dasar. Teknik melatih tangkisan hampir sama dengan melatih pukulan, bedanya adalah pada konsentrasi tenaganya. Dalam melatih tangkisan kita harus membiasakan menangkis dari segala arah, baik menangkis bawah, tengah, atas, samping maupun belakang, selain itu jangan membiasakan diri ketika turgul hanya menangkis saja, tetapi setelah sekali menangkis maka langsung diikuti dengan gerakan menyerang, Pengaturan tenaga antara menangkis dan menyerang juga perlu diatur, jangan sampai tenaga habis hanya dipergunakan untuk menangkis sehingga ketika menyerang tenaga sudah kosong. Dan untuk memperkuat tangkisan maka disarankan menggunakan alat bantu berupa kayu yang dibungkus dengan kain halus, sehingga tidak merusak syaraf, jika dalam beladiri wing chun menggunakan alat berupa boneka kayu yang bernama Mok yang Jong.

Melatih Pukulan Karate

                
Pada tingkat awal, jurus pertama yang diperkenalkan dalam Karate adalah Tsuki (pukulan). Cukup banyak jenis pukulan yang diajarkan, mulai dari pukulan lurus (choku tsuki) , Pukulan pisau tangan (Shuto Uchi), pukulan melebar U (Yama tsuki), pukulan tinju ke atas (Tate Tsuki) dan lain-lain. Jenis pukulan akan semakin bertambah banyak pada tingkatan selanjutnya. Dalam tahap pengenalan pukulan, hal pertama yang diajarkan pembimbing adalah bagaimana memukul dengan benar, dimulai dari cara menggenggam, perputaran gerakan, posisi tangan ketika memukul dan juga cara penyaluran tenaganya. Setelah bentuk dari pukulan benar maka masuk ketingkat berikutnya yaitu meningkatkan kekuatan, kecepatan serta ketepatan dalam mempergunakan pukulan dalam berjurus (KATA) maupun bertanding (KOMITE).
Melatih pukulan sebenarnya bukan sesuatu yang sulit, karena struktur tangan yang pendek dan sendi yang sangat elastik sehingga tidak memerlukan senam khusus untuk membuat tangan menjadi lentur, hal ini sangat berbeda ketika melatih tendangan karena perlu senam khusus untuk mendapatkan kelenturan. Beberapa hal
penting ketika melatih pukulan adalah menggenggamlah dengan benar, karena sering sekali hal ini kurang diperhatikan. Jika anda terbiasa mengendurkan genggangam, sehingga tenaga lebih banyak terletak di lengan maupun di tungkai tangan. Bahaya lain dari kebiasaan tidak mengggenggam dengan baik adalah ketika memukul dalam turgul akan mengalami cidera, misalnya jari keseleo atau tangan bengkak karena tidak kuat menahan benturan. Tahap kedua setelah dapat melakukan pukulan dengan benar adalah melatih kekuatan. Sebagai alat tambahan untuk menambah kekuatan pukulan bisa juga dipakai:
1.  Sandsack, berupa target yang diisi dengan bubuk kayu atau potongan karet.
2.  Beras/gabah, pasir atau bahkan pasir panas, alat ini digunakan untuk tingkat lanjutan dengan
tujuan  untuk memperkuat jari tangan, sehingga ketika menggunakan jurus yang memerlukan cakar, jari, tapak dan lain-lain akan tetap dahsyat hasilnya.
3.  Lilin yang juga bisa dijadikan target keberhasilan pukulan, pukullah lilin dari jarak sekitar 5 cm, apabila lilin padam maka pukulan kita sudah lumayan baik, dan untuk seterusnya tambahkan jarak pukulan dari lilin, dari 5cm, menjadi 7 cm, 10 cm dan seterusnya.
4. Kayu/papan (Makiwara), yaitu satu papan kayu berukuran 4 x 4 inci dengan panjang 8 kaki yang ditanam ke dalam tanah kira 3 s/d 4 kaki, dengan target menggunakan bantalan jerami, atau bantalan yg diisi busa padat dan dilapisi oleh kalaf atau kulit yang tebalnya sekitar 2 inci. Catatan: Seorang pemula dalam Karate sebaiknya berlatih memukul Makiwara, dari berbagai posisi (Seiken, uraken, hiji, shuto), minimal 100 kali perhari. Setelah tiga sampai enam bulan berlatih, sebaiknya ditingkatkan sampai rata-rata 300 kali perhari dengan berbagai posisi. Jika anda terus berlatih dengan cara ini setiap hari selama setahun, anda akan cukup kuat untuk memukul jatuh siapapun dengan mudah dengansatu pukulan. Latihan ini akan mengembangkan tenaga (power), kecepatan(speed) dan kekuatan (strength); bagaimanapun, ini hanyalah salah satu metode latihan dalam Karate. Cara ini telah lama dipakai oleh para Master-master Karate terdahulut erutama oleh Master Ginchin Funakoshi pendiri aliran karate shotokan, tetapi lain halnya dengan Master Masutatsu Oyama pendiri aliran Karate Kyokushinkai ia merasa latihan dengan menggunakan Makiwara adalah bukan suatu cara metoda latihan yang terbaik. Berikut adalah kutipan dari pernyataan Oyama dalam bukunya “ what is karate” terbitan tahun 1963:” Saya telah melakukan metode ini (memukul makiwara) untuk melatih kepalan tangan saya selama 20 tahun, memukul rata-rata300 kali perhari. Sebelumnya saya merasa sangat bangga dengan ukuran dan kekerasan dari ‚kapalan2’ yg terbentuk di kepalan saya, apalagi kapalan2 itudapat dipukul dengan palu tanpa saya merasa sakit. Ini adalah fakta bahwa, pukulan dari kepalan tangan saya sangatlah kuat sekali. Saya mengikuti metode2 tersebut karena „Master Karate“ terdahulu, berlatih dengan cara tersebut. Akhir2 ini, bagaimanapun, saya mulai percaya bahwa metode ini bukanlah yang terbaik, dan sebetulnya terbukti menghasilkan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan metode2 lain. Saya percaya bahwa saya dapat menjadi seseorang yg jauh lebih kuat dari sekarang ini apabila saya mengadopsi metode2 yang lebih masuk akal dalam latihan. Sungguh, latihan memukul Makiwara berguna untuk memperkuat pergelangan dan kepalan; bagaimanapun, saya telah menemukan bahwa latihan dengan memukul sesuatu yang keras akan memperlambat pengembangan kecepatan. Saya tergerak untuk mengembangkan suatu metode latihan baru dimana bukannya Makiwara, melainkan sebuah spon tebal yang digunakan. Training dengan spon tidak hanya mengembangkan kekuatan pergelangan, tapi kecepatan akan meningkat pula. Metode yang sama dapat digunakan juga untuk latihan Tendangan. Cara lain untuk meningkatkan kecepatan adalah menusuk dan memukul dengan kepal tangan pada selembar kertas yang tergantung. Manfaat dari metode ini akan ditunjukkan lewat contoh berikut. Saya memilih dua orang murid, dan meminta salah satunya untuk berlatih dengan kertas yang digantung. Sementara murid lainnya berlatih dengan Makiwara dengan cara yang biasa. Setahun kemudian, saya membandingkan mereka. Murid yang berlatih dengan Makiwara, memang, nampak terlihat sebagai seorang Karateka sejati, dengan kapalan di kepalannya. Namun, dalam percobaan memecahkan genteng, batu dan papan, keduanya sama kuat. Keduanya berhasil memecahkan sepuluh buah genteng, batu dan papan dengan ketebalan yang sama. Dalam pandangan saya, murid yang berlatih dengan memukul kertas jauh lebih gesit dalam pergerakannya (body movement), dan tangannya lebih cepat, mengungguli murid yang satunya.
Diantara banyak orang yang berlatih karate, beberapa menganggap dirinya sebagai Karateka papan atas, hanya karena mereka mempunyai kepal tangan yang ada kapalannya, hasil latihan dengan Makiwara. Mereka bangga pada kekerasan kepalannya dan berusaha mengatur-atur yg lain dalam ber-Karate. Sedihnya, saya menemukan orang-orang tersebut, khususnya di Amerika.”
5.  Kertas yang digantung seperti yang dilakukan Master Masutatsu Oyama di atas.

Tahapan ketiga adalah melatih kecepatan, dalam tahap ini biasakan melatih pukulan dengan cara beruntun, dimulai dari dua kali beruntun , tiga kali dan semakin lama semakin banyak pukulan beruntun. Dalam tahap ini juga sudah mengkombinasikan sasaran pukulan maupun jenis pukulan, sasaran bawah tengah atas dan jenis pukulan lurus. Dengan cara melatih kecepatan dan variasi pukulan seperti ini maka lawan sulit untuk menghindar atau menangkis pukulan kita. Cara sederhana untuk melatih kecepatan pukulan adalah dengan cara push-up dengan genggaman di samping badan bukan di depan pundak, push up ini harus dilakukan dengan agak cepat layaknya melakukan pukulan pada posisi yang benar. Sebagai tambahan dan bisa juga dijadikan target keberhasilan pukulan, pukulah lilin dari jarak sekitar 5 cm, apabila lilin padam maka pukulan kita menjadi sudah lumayan baik, dan untuk seterusnya tambahkan jarak pukulan dari lilin, dari 5 cm, 7 cm, 10 cm dan seterusnya.

 

 

Metode-Metode untuk Menguatkan, dan Memperkokoh Kuda-Kuda



Ketika kita belajar Beladiri, maka kita pasti akan belajar berlatih kuda2. Tidak perduli baik seorang pemula maupun senior sekalipun dalam beladiri dituntut untuk berlatih terus belajar dan berlatih kuda2. Kenapa kita perlu mempelajari dan berlatih kuda2 secara terus menerus? Karena beladiri tanpa kuda-kuda ibarat rumah tanpa pondasi.Karena hampir seluruh beladiri mempunyai kuda-kuda, baik kuda-kuda umum maupun kuda-kuda khusus. Sedemikian pentingnya kuda-kuda bagi beladiri khususnya Karate maka pelajaran mengenai hal ini sudah harus mulai dilatih dengan serius pada tingkat dasar. Banyak ragam metode untuk menguatkan kuda-kuda, misalnya dengan berdiam diri dengan posisi kuda-kuda dengan waktu yang lama. Di beladiri tertentu bahkan terdapat jurus khusus untuk menguatkan kuda-kuda, semakin tinggi tingkatan maka penguatan kuda-kuda dapat ditingkatkan dengan menggunakan beban. Metode yang juga sangat penting adalah dengan memperbanyak lari, sebaiknya lari ini tidak hanya dilakukan di tanah datar, tetapi juga dilakukan di tanah mendaki, menurun atau bergelombang. Dengan latihan seperti ini maka kaki akan semakin kokoh menapak disegala posisi karena ketika bertarung kita tidak sepenuhnya dapat menentukan lokasi pertempuran, misalnya kita hanya mau bertarung di daerah datar atau daerah yang berumput saja. Latihan kuda-kuda akan semakin bagus untuk dilatih di daerah yang licin atau daerah yang statis misalnya di atas perahu, metode penguatan yang lain adalah dengan cara berlatih di laut dengan menahan hantaman ombak, jenis latihan ini harus hati-hati karena kalau belum kuat dan tidak didampingi rekan latihan bisa membawa petaka yaitu terseret ombak laut. Yang sedikit lebih aman adalah dengan berlatih di bawah air terjun dengan cara menahan diri dari terjangan air terjun. Dan masih banyak lagi metode untuk menguatkan kuda-kuda,
Kuda-kuda mempunyai fungsi yang sangat esensial dalam setiap serangan, pertahanan maupun langkah hindaran, dimana semua gerakan ini terangkum dalam jurus (KATA) yang sudah formulasikan dalam setiap tingkatannya. Tanpa kuda-kuda yang kokoh maka serangan akan menjadi lemah karena tidak adanya penopang yang kuat, demikian juga ketika menahan serangan, tanpa kuda-kuda yang kokoh maka akan mudah robohlah pertahanan kita dan ketika melakukan langkah hindaranpun keberadaan kuda-kuda sangat diperlukan, karena tidak mungkin langkah hindaran ini dapat dilakukan dengan lincah dan cepat tanpa adanya kuda-kuda yang kokoh.

TEKNIK DASAR MEMPELAJARI KARATE

( KIHON)

Dasar dasar untuk mempelajari teknik karate untuk pemula di bagi menjadi beberapa teknik, seseorang yang ingin mempelajari teknik katrate wajib menguasai teknik dasar dalam mempelajari karate. Teknik ini terbagi menjadi

1. Teknik Berdiri (Kuda-Kuda)

Pada teknik ini bagi seorang karate-ka adalah bagian yang sangat penting. Kuda kuda merupakan awal dari semua gerakan yang akan di pelajari dari teknik ilmu beladiri karate ini. Didalam latihan ini harusalah dilakukan dengan baik agar dalam setiap gerakan yang di lakukan tidak kaku, dan gerakan yang dihasilkan dari kuda-kuda yang baik lebih sempurna.

Dalam kondisi yang rilek tetapi dalam keadaan siaga agar seorang karate dapat menghadapi situasi yang yang terjadi dalam keadaan bagaimanapun. Namun pada saat melakukan tangkisan dan serangan agar dapat mengkondisikan tubuh dengan sempurna agar keadaan tubuh tetap seimbang, apa bila terjadi kesalahan dalam penempatan kuda-kuda maka akan terjadi ketidak seimbangan tubuh.

Di dalam karate ada beberapa teknik kuda-kuda di antaranya adalah :

a) Kuda – kuda berdiri normal ( Heisoku-Dachi )

Ialah kuda-kuda berdiri di tempat, di mana keua kaki rapat, serta ibu jari juga rapat serta menghadap kedepan,

b) Berdiri Dengan kaki terbuka ( Hachiji-dachi )

Posisi kuda-kuda ini di lakukan pada saat seorang karateka melakukan sikap siap- dan merupakan awal gerakan untuk memulai gerakan selanjutnya.

c) Berdiri Tunggang Kuda (kiba-dachi)

Adalah teknik kuda-kuda yang titik berat pada tengah-tengah dan pada saat melakukan kuda-kuda ini, tubuh di topang oleh kedua kaki, dan pada saat melakukan kuda-kuda ini posisi tubuh tetap tegah dan kedua telapak kaki menghadap kedepan. Adapun lebar bukaan kaki adalah dua kali bahu

d) Kuda-kuda dengan tekuk di depan. ( zen- Kutsu-dachi )


Kuda-kuda ini di lakukan dengan kaki depan di tekuk dan sejajar dengan lutut, sedangkan kaki belakang tetap lurus. Ibu jari agak sedikit masuk kedalam dan tapak kaki menapak dengan rata di lantai, adapun titik berat dapat pada kuda-kuda ini adalah 60 % untuk kaki depan dan 40% untuk kaki belakang.

Kuda-kuda tekuk kaki belakang ( Kokutsu-Dachi)

Kuda-kuda ini kaki belakang yang di tekuk dan posisi lutut dan ibu jari sejajar, dan kaki depan agak lurus dan sedikit di tekuk pada lutut posisi tubuh tetap dalam keadaan tegak. . Dan apa bila tapak kaki di tarik lirus tampak sejajar dan apabila kedua kaki di rapatkan seolah-olah membentuk huruf L

f) Kuda-kuda dengan kedua kaki ditekuk ( Neiko-ashi-dachi )

Kuda kuda ini dapat di lakukan dengan kedua kaki di tekuk dan pada kaki depan telapak kaki di jinjitkan, sedangkan kaki belakang tetap menempel pada lantai. Titik berat pada kuda kuda ini terletak pada kaki belakang sebagai tumpuan. Posisi tubuh tetap dalam keadaan tegak.

2. Teknik Pukulan (ZUKI)

Pukulan dengan posisi berdiri (Choku Zuki)Tahap awal dalam latihan memukul dalam latihan karate, pukulan ini merupakan dasar dari teknik pukulan dalam latihan karate. Posisi tangan memukul kedepan dengan tangan salah satu berada pada pinggang ( sabuk ), pa da saat memukul luncuran taangan dari pinggang dan arah pukulan ke depan pada saat meluncurkan pukulan posisi awal tangan menggenggam dan menghadap ke atas dan sewaktu meluncurkan tangan pelahan-lahan memutar tangan dan menjadi pukulan yang sempurna.

Tuesday, January 22, 2013

Membaca Gerakan Lawan Dalam Pertarungan Kumite 

 

               Untuk dapat mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan dibutukan keterampilan dalam mengantisipasi serangan lawan. Untuk itu selain kecepatan dan kereflekan dari gerakan kita dibutuhkan, juga yang paling penting kita dapat membaca pikiran musuh sebelum gerakan serangannya di lancarkan kepada kita. Jadi sebenarnya yang paling terpenting dalam suatu pertarungan adalah kita dapat membaca pikiran lawan kita. Untuk dapat membaca pikiran lawan kita dibutuhkan ketenangan pikiran. Pikiran kita harus setenang mungkin tidak boleh ada perasaan gelisah, cemas, grasah-grusuh, takut dan semacamnya. Dalam bertarung, kita harus mengikuti prinsip Karate yaitu Mizu no Kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan). Dalam Mizu no kokoro (pikiran layaknya air), kita dituntut untuk memiliki pikiran yang tenang setenang air dalam bertarung. Sebab pikiran yang setenang air mampu memantulkan semua benda disekitarnya, termasuk jalan pikiran musuh. Sedangkan dalam Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan) kita dituntut untuk menganggap lawan kita sebagai bulan yang menerangi keadaan di sekitarnya, sehingga kita dapat melihat benda2 di sekitar kita, termasuk melihat peluang2 untuk melancarkan serangan ke musuh atau melihat kelemahan pertahanan pada lawan. Dalam hal ini kita membiarkan lawan melancarkan beberapa serangan sambil kita melakukan gerakan menangkis dan menghindar. Kemudian sambil melakukan kedua perinsip tersebut secara bersamaan, perlahan-lahan tabir kelemahan pertahanan lawan mulai terungkap. Dan disaat itu kita melancarkan serangan ke arah lawan. Dalam hal ini saya, selaku penulis akan berbagi pengalaman tentang teknik2 cara membaca serangan lawan. Bertahun tahun saya mencari jawaban tentang bagaimana mengalahkan lawan dalam sebuah pertarungan beladiri. Ternyata baru2 ini saya menemukan jawabannya dan sudah bisa mempraktekannya, dengan kata lain saya sudah bisa menjalankan dan merasakan prinsip Karate Mizu no kokoro (pikiran layaknya air) dan Tsuki no kokoro (pikiran layaknya bulan) adalah benar. Jadi kedua prinsip itu bukan omong kosong, dan saya sudah dapat membuktikannya. Ketika saya melakukan sparing (pertarungan) bersama beberapa rekan, secara tidak sengaja saya berhasil menerapkan kedua prinsip tersebut dan diluar dugaan
Ternyata beberapa rekan saya pun kalah secara bergantian.
Kemudian saya berpikir apa yang membuat saya menang?, lalu saya menemukan jawaban yaitu mengikuti dua prinsip Karate itu.
Lalu saya bertanya lagi pada diri sendiri, apa yang membuat saya sukses melakukan dua perisip itu?
Lalu kutemukan Jawabannya adalah karena kamu berpikiran tenang saat menghadapi lawan.
Kemudian muncul pertanyaan lagi pada diri saya: kalau begitu apa yang membuat pikiran dan perasaan saya tenang pada saat itu?
Lalu setelah berpikir agak panjang, menggali dan terus menggali ternyata kutemukan jawabannya yaitu karena merupakan akumulasi proses panjang selama kamu latihan, jadi dengan latihan yang teratur, serius menghayati, dan konsisten akan memberikan perasaan yakin pada dirimu sendiri sehingga dengan mudah pikiranmu akan tenang.
Lalu timbul pertanyaan kembali pada saya, apa yang jadi penyebab saya bisa menenangkan pikiran saya dibandingkan dengan dulu padahal dulu dan sekarang sama2 giat berlatih?
Ternyata jawabannya adalah pada teknik2nya. Berikut Tips2 teknik cara membaca serangan lawan dari saya:


  • Perhatikan/ arahkan pandangan kita pada daerah sekitar kepala lawan, terutama daerah sekitar mata lawan. Jangan sekali2 pandangan kita mengarah kepada tangan/kaki lawan ataupun keduanya sebab pandangan yang tertuju selain pada kepala akan mudah dimanipulasi lawan ujung2nya lawanlah yang dapat membaca pikiran kita dan kitapun malah jadi smakin grogi. Dengan mengarahkan pandangan kita ke bagian kepala musuh maka akan proses membaca pikiran lawanpun akan dimulai.
  • Tahap kedua, ketika kita mengarahkan pandangan kearah kepala lawan maka kita selanjutnya diharuskan menenangkan pikiran, jadi secara serentak kita menenangkan pikiran dan mengarahkan pandangan ke sekitar kepala lawan. Pada tahap ini kita sebenarnya sedang mempercepat proses pembacaan pikiran lawan. Makin tenang dirimu makin mudahlah anda membaca pikiran lawan anda. Hal2 yang harus diperhatikan pada tahap ini adalah:
  1. Jangan takut ketika pandangan kita hanya tertuju ke kepala lawan seolah2 kita tidak mengawasi/waspada terhadap anggota tubuh lain yang menjadi alat penyerang seperti tangan dan kaki. Sebab ketika kita memandang kearah kepala lawan disamping pikiran kita tenang juga harus disertai dengan keyakinan bahwa latihan rutin yang selama ini kita jalankan akan memberikan dampak yang significan pada diri kita,terutama meningkatkan gerak reflek kita saat diperlukan pada situasi dan kondisi tertentu. Pikiran kita jangan juga memikirkan gerakan/teknik apa yang harus kita keluarkan melainkan pikiran kita harus dikondisikan tanpa beban, biarlah mengalir seperti air mengikuti gerak-gerik lawan.
  2.  Setelah kita menatap ke arah kepala, menenangkan diri dan yakin jangan lupa untuk menerapkan prinsip Karate yang kedua yaitu Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan). Biarkanlah lawan menyerang sebanyaknya sampai kita tahu dimana letak kelemahannya. Pada umumnya prinsip ini bertujuan menembus benteng pertahanan lawan. Ketika kelemahan lawan sudah diketahui maka buru2 lansung kita balas dengan serangan kita.
  3.  Pada saat kita menatap kearah kepala lawan kita dan kita sudah berhasil membaca pikiran lawan tetapi setelah itu sulit membaca pikiran lawan lagi, maka jangan putus asa. Arahkan pandangan kita terus pada daerah sekitar kepala, terutama pada kedua mata lawan. Biasanya sekali kita bisa melakukannya seterusnya akan bisa.
Pada intinya keberhasilan kita memenangkan suatu pertarungan atau perkelahian di pengaruhi oleh:
  1.  Ketenangan pikiran kita, semakin tenang pikiran kita semakin bisa untuk membaca serangan lawan (jangan lupa untuk terus menatap daerah kepala lawan terutama mata)
  2.  Ketenangan pikiran kita dipengaruhi oleh keyakinan kita, Maka untuk memperkuat keyakinan kita adalah dengan latihan karate yang disiplin dan benar. Juga dapat pula ditambah dengan meditasi dgn mengucapkan kata2 positif.
Itulah sekilas pengalaman saya yang berharga, semoga dapat membawa mamfaat buat pembaca! OSH..!!